
Landasan Membangun Jalan Selamat
- Waktu
- Tempat
- Masjid Ma'had Manazil Ibnu Abbas
- Pemateri
- Ustadz Abdul Aziz Ridwan, Lc. Hafizhahullah

Ma’had Tahfizh Al-Qur’an setingkat SMP & SMA putra di Kota Batu dengan program Tahfizh Al-Qur’an, Bahasa Arab, Ilmu Syar’i, serta pendidikan formal.
Program Unggulan
Dirancang untuk membekali santri dengan hafalan Al-Qur’an yang mutqin dan kemampuan dasar Bahasa Arab.
Program tahfizh selama 3 tahun dengan pembinaan bacaan, hafalan, dan muraja’ah secara terstruktur.
Target
Minimal 10 Juz mutqin per 3 tahun di setiap jenjang
Halaqah
Disesuaikan dengan tingkat kemampuan santri
Tajwid
Penguatan kualitas bacaan Al-Qur’an
Evaluasi
Berkala hingga Tasmi’ Akbar
Pembelajaran untuk membekali santri agar mampu memahami dan menggunakan Bahasa Arab secara bertahap.
Keterampilan
Mendengar, berbicara, membaca, dan menulis
Kaidah
Nahwu dan Shorf
Kosakata
Mufradat dan hiwar
Pembiasaan
Digunakan dalam aktivitas sehari-hari
Kurikulum
Kurikulum MIA memadukan pendidikan Al-Qur’an, ilmu syar’i, Bahasa Arab, dan ilmu umum untuk membangun bekal keilmuan santri secara menyeluruh dan bertahap.
Hafalan minimal 10 juz mutqin dalam 3 tahun di setiap jenjang, disertai pembelajaran dan penguatan tajwid.




Fasilitas
MIA menyediakan lingkungan Ma’had yang asri dan alami di tengah Kota Batu, dilengkapi dengan:
Pengajar
Pengajar MIA memiliki latar pendidikan antara lain dari LIPIA Jakarta, STAIN Kediri, Ma’had Ar Rosyad Kediri, Darul Hadits Yaman, STDI Imam Syafi’i Jember, dan STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.
Tenaga Pengajar
Membimbing proses pembelajaran ilmu syar’i dan Bahasa Arab sesuai bidang keahlian.
Musyrif
Mendampingi keseharian santri serta pembinaan adab, ibadah, dan kedisiplinan.
Muhaffizh
Membimbing hafalan, muraja’ah, serta menjaga kualitas bacaan Al-Qur’an.
Kehidupan Santri
Keseharian santri dibangun melalui shalat berjamaah, halaqah Al-Qur’an, KBM, muraja’ah, monitoring ibadah, kegiatan fisik, dan waktu istirahat yang terjadwal.
Pembinaan juga dilengkapi berbagai kegiatan:


Pendaftaran Sekolah Tahfizh Putra jenjang setara SMP dan SMA kini dibuka dengan kuota terbatas.
Program Pendidikan
Sekolah Tahfizh Putra, Angkatan IV SMP dan Angkatan I SMA.
Periode Pendaftaran
Pendaftaran calon santri dilakukan secara online.
Jadwal Tes
Seleksi calon santri dan wawancara bersama wali santri.
Majelis Taklim
Temukan jadwal majelis taklim rutin, lengkap dengan waktu, lokasi, dan pemateri setiap pertemuan.






Artikel Terbaru
Artikel, cerita kegiatan, dan informasi terbaru seputar Ma’had.

Hal-hal yang harus ditempuh untuk menghidupkan Bahasa Arab di linkungan Ma’had/Pesantren adalah: Menyatukan Visi Misi dan Membangun Kerja Sama Perlunya menyatukan Visi dan Misi dan membangun kerja sama antara: Yayasan, Mudir Ma'had, Kepala Sekolah, Kepala Bidang/Divisi, Guru Pengajar, Musyrif, Muhaffizh, Karyawan Non Guru, Santri dan Seluruh Civitas Ma’had. Menyusun Kurikulum dan Target Penyusunan kurikulum dan terget melibatkan: Mudir, Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Kepala Bidang/Divisi, dan Guru Pengajar. Kunci Sukses Pembelajaran Bahasa Arab 1. SDM Pengajar yang mahir, berkomitmen dan berspesifikasi khusus,Berbahasa Arab aktif baik lisan maupun tulisan (Ditunjang dengan bukti akademik berjazah resmi bidang Syari’ah atau Bahasa Arab dan Lulus Tes Toafl Bahasa Arab). 2. Metode pengajaran yang tepat sesuai dengan kondisi dan psikologis peserta didik (santri). 3. Sarana penunjang: Kitab Muqorror (buku paket), kamus dan buku-buku bacaan berbahasa arab, peralatan audio visual, sarana dan prasarana yang memadai. Kriteria Guru Pengajar Bahasa Arab yang Berspesifikasi Khusus 1. Memiliki kemampuan dan kompetensi ilmu Bahasa Arab secara praktek (penerapan). 2. Memiliki kemampuan dan kompetensi tentang Metode Pengajaran Bahasa Arab untuk non Arab. 3. Terbiasa mengajarkan dan berprofesi sebagai Pengajar Bahasa Arab. 4. Aktif mengikuti seminar atau training pengembangan Metode Pengajaran Bahasa Arab untuk non Arab. Program-Program Penunjang Penerapan Bahasa Arab 1. Beban Jam KBM Sekolah lebih banyak dari Mata Pelajaran lain. 2. Bahasa Pengantar Guru di Kelas menggunakan Bahasa Arab secara bertahap setiap jenjang. Kelas 7 (Berbahasa Indonesia Plus Bahasa Arab) Kelas 8 (Lebih banyak Bahasa Arab) Kelas 9 (Full Bahasa Arab) Kelas 10 – 11 – 12 (Full Bahasa Arab) 3. Pengumuman, pemberitahuan melalui corong TOA area Ma'had atau Masjid berbahasa Arab. 4. Apel Pagi (singkat) berisi motivasi berbahasa Arab. 5. Salam sapa guru-santri berbahasa Arab. 6. Halaqoh Bahasa Arab: Jadwal rutin setoran hafalan mufrodat (kosakata) kepada Musyrif (Guru pembimbing atau pendamping). 7. Arabic Area: Mewajibkan santri Berbahasa Arab pada area dan tempat-tempat tertentu di lingkungan Ma’had dan Ma'had. 8. Papan, Poster, Banner, Tulisan: Menyebarkan dan memasang berbagai tulisan seperti: Kata-kata motivasi, mufradat, papan nama, poster, rambu-rambu jalan dan artikel Berbahasa Arab di berbagai sudut dan tempat strategis. 9. ‘Iqob dan Hadiah: Membentuk Tim Jasuus (mata-mata rahasia) untuk mengawasi peserta didik (santri) dalam mempraktekkan Bahasa Arab dengan menerapkan ‘iqob (hukuman atau punishment) tertentu bagi yang melanggar peraturan dan memberi apresiasi (hadiah atau reward, penghargaan) kepada yang istiqomah selalu menjaga dan mempraktikkan Bahasa Arab. 10. Halaqoh Hiwariah: Halaqoh binaan Tim Musyrif yang membimbing peserta didik (santri) agar mampu berbicara dengan Bahasa Arab yang baik dan benar dalam kegiatan sehari-hari 11. Musabaqoh lughowiyah: Mengadakan berbagai perlombaan bertemakan Bahasa Arab seperti: Pidato Bahasa Arab, Setoran mufradat terbanyak, Hiwar Bahasa Arab dan Kaligrafi yang bertujuan untuk memotivasi peserta didik (santri) dalam mempelajari, mempraktikkan dan merasakan indahnya berbahasa Arab. 12. Mengikuti lomba antara sekolah tingkat Kota, Kabupaten dan Propinsi dengan Dana Kegiatan tertuang dalam RAB Sekolah. 13. Dauroh Lughawiyyah: Dauroh rutin dan berkala tentang pentingnya Bahasa Arab untuk semua divisi dan civitas dengan tujuan menumbuhkan semangat belajar dan praktek Bahasa Arab di setiap divisi masing-masing dan menjadikan Bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi aktif sehari-hari di lingkungan Ma’had dan Ma'had. 14. Klub Bahasa Arab: Halaqah bimbingan khusus untuk para santri yang punya bakat dan minat lebih dalam Bahasa Arab. 15. Kajian Khusus berbahasa Arab dari Ustadz lokal atau Masyaikh. 16. Hari Bahasa Arab (Al Yaumul ‘Arabiy), program yang perlu diadakan untuk memantik semangat penerapan Bahasa Arab, artinya jika tidak mampu setiap hari selalu menerapkan Bahasa Arab; maka pilihlah satu hari khusus dari sepekan dan jadikan hari itu hari diterapkan Bahasa Arab dalam segala kegiatan mulai dari pagi hingga malam hari. Kendala dan Solusi Program Penerapan Bahasa Arab 1. Minimnya Guru Pengajar yang berspesifikasi khusus Bahasa Arab aktif lisan dan tulisan. Solusi: Perekrutan Guru dengan spesifikasi dan kompetensi khusus melalui seleksi ketat atau pengkaderan Guru Pengajar intern melalui training dan diklat pengembangan ilmu dan cara mengajar Bahasa Arab. 2. Kurangnya sinergi antara Tim Sekolah, Tim Kesantrian dan Yayasan dalam mendukung program-program Bahasa Arab baik di dalam dan di luar KBM. Solusi: Musyawarah bersama melibatkan para pimpinan Yayasan, Mudir, Kepala Bidang/Divisi beserta seluruh Guru Pengajar dengan satu tujuan kesepakatan. 3. Naik turunnya gairah dan semangat para peserta didik (santri) dan civitas Ma’had dan Ma'had untuk mendalami dan mempraktikkan Bahasa Arab. Solusi: Tetap Istiqomah dalam tarbiyah, motivasi, dauroh, bimbingan, qudwah dari para pimpinan, Ustadz, Guru Bahasa Arab. Motivasi Guru/Pengajar Sukses Ikhlas Komitmen Kompeten Semangat Selalu belajar Sabar Ulet Banyak Berdoa Tawakkal Semoga Bahasa Arab bisa dihidupkan di lingkungan Ma’had Manazil Ibnu Abbas, meskipun tidak mudah akan tetapi sebagaimana dikatakan: ما لا يدرك كله لا يترك جله Sesuatu yang tidak mampu diraih semuanya maka jangan ditinggalkan seluruhnya. Semoga bermanfaat.
Baca artikel
Mendidik adalah amal ibadah yang mulia dan amal ibadah ini agar tidak sia-sia maka haruslah terpenuhi dua syaratnya yaitu: - Ikhlas karena Allah Ta’ala. - Ittiba’ (mengikuti) Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Untuk memenuhi syarat yang pertama maka dalam mendidik haruslah dengan hati yang ikhlas, tulus, penuh cinta dan kesabaran, benar-benar menginginkan kebaikan (ilmu) tersampaikan demi mengharapkan pahala dan balasan terbaik di sisi-Nya. {وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ} “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” [QS. Al-Bayyinah: 5]. Sedangkan untuk memenuhi syarat yang kedua maka dalam mendidik haruslah sesuai dengan petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Apa yang diajarkan seorang pendidik kepada peserta didiknya, cara menyampaikannya, memahamkannya, demikian juga cara memperbaiki kesalahan dari peserta didik tentunya semua hal itu pasti ada petunjuknya dari Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam; karena beliaulah sebaik-baik pendidik, beliaulah guru pertama kita yang patut kita contoh karena beliaulah sebaik-baik contoh dalam segala hal, Allah Ta’ala berfirman: {لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا} “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [QS. Al-Ahzab: 21]. Pendidik yang sukses adalah pendidik yang mendidik dengan hati dan melakukan hal itu sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. {وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ} “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?.” [QS. Fushshilat: 33].
Baca artikel
Mendidik para santri, mengajarkan dan membimbing mereka bukanlah perkara mudah seperti membalikkan telapak tangan, hari ini mereka diajarkan belum tentu besok mereka langsung hafal, paham dan mengamalkan. Belum lagi ditambah dengan berbagai macam masalah yang muncul ketika proses mendidik dengan berbagai macam karakter santri yang berbeda-beda sehingga semua butuh proses dan tahapan, pelan demi pelan penuh kesabaran, ilmu dan keyakinan, selama proses yang dilakukan didasari ilmu yang benar dan hati yang ikhlas maka yakinlah buah itu suatu saat akan kita petik. Allah Ta’ala berfirman: {وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ} “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajdah: 24) Syaikh Abdurrahman As-Sa’di mengatakan dalam tafsirnya tentang ayat ini: فبالصبر واليقين تنال الإمامة في الدين. "Dengan kesabaran dan keyakinan akan diraih kepemimpinan dalam agama".
Baca artikel