Mendidik Dengan Hati Sesuai Sunnah Nabi ﷺ
Dedy Irawan, Lc.

Mendidik adalah amal ibadah yang mulia dan amal ibadah ini agar tidak sia-sia maka haruslah terpenuhi dua syaratnya yaitu:
- Ikhlas karena Allah Ta’ala.
- Ittiba’ (mengikuti) Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Untuk memenuhi syarat yang pertama maka dalam mendidik haruslah dengan hati yang ikhlas, tulus, penuh cinta dan kesabaran, benar-benar menginginkan kebaikan (ilmu) tersampaikan demi mengharapkan pahala dan balasan terbaik di sisi-Nya.
{وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ}
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” [QS. Al-Bayyinah: 5].
Sedangkan untuk memenuhi syarat yang kedua maka dalam mendidik haruslah sesuai dengan petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Apa yang diajarkan seorang pendidik kepada peserta didiknya, cara menyampaikannya, memahamkannya, demikian juga cara memperbaiki kesalahan dari peserta didik tentunya semua hal itu pasti ada petunjuknya dari Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam; karena beliaulah sebaik-baik pendidik, beliaulah guru pertama kita yang patut kita contoh karena beliaulah sebaik-baik contoh dalam segala hal, Allah Ta’ala berfirman:
{لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا}
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [QS. Al-Ahzab: 21].
Pendidik yang sukses adalah pendidik yang mendidik dengan hati dan melakukan hal itu sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
{وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ}
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?.” [QS. Fushshilat: 33].